Apakah kendaraan listrik harus membayar pajak tahunan?

Posted on

Kendaraan listrik adalah salah satu cara yang semakin populer untuk mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Namun, ada beberapa ketentuan pajak yang harus dipatuhi oleh pemilik kendaraan listrik. Pada tahun 2021, Peraturan Menteri Dalam Negeri No.1 Tahun 2021 pasal 10 menyatakan bahwa kendaraan bermotor listrik dan berbasis baterai memiliki tarif PKB paling tinggi sebesar 10%.

Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan listrik, termasuk mobil listrik, sepeda motor listrik, truk listrik, dan lainnya. Selain itu, ketentuan ini juga berlaku untuk kendaraan listrik yang dibeli sebelum tahun 2021. Pemilik kendaraan listrik harus membayar pajak tahunan sesuai dengan tarif PKB yang ditentukan.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik juga harus membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan. PKB tahunan ini ditentukan berdasarkan berat kendaraan dan lokasi pemilik. PKB tahunan ini harus dibayarkan setiap tahun pada tanggal 25 November. Pemilik kendaraan listrik harus membayar PKB tahunan sesuai dengan tarif yang ditentukan oleh pemerintah.

Untuk memastikan bahwa pemilik kendaraan listrik membayar pajak tahunan yang tepat, mereka harus memeriksa tarif PKB tahunan yang berlaku di daerah mereka. Mereka juga harus memastikan bahwa mereka membayar pajak tahunan pada tanggal 25 November setiap tahunnya.

Ketentuan pajak mobil listrik yang berlaku di Indonesia pada tahun 2021 adalah tarif PKB paling tinggi sebesar 10%. Pemilik kendaraan listrik harus membayar pajak tahunan sesuai dengan tarif PKB yang ditentukan. Pembayaran pajak tahunan harus dilakukan pada tanggal 25 November setiap tahunnya.

Pemilik kendaraan listrik harus mematuhi ketentuan pajak mobil listrik yang berlaku di Indonesia. Dengan mematuhi ketentuan ini, mereka dapat memastikan bahwa mereka membayar pajak tahunan yang tepat dan dapat menikmati manfaat dari menggunakan kendaraan listrik.