Museum Seni Neka | Ubud, Indonesia | atraksi

Menawarkan pengantar seni Bali yang sangat baik, koleksi yang luar biasa ditampilkan dalam serangkaian paviliun dan aula. Jangan lewatkan aula multi-ruangan yang menampilkan lukisan Bali Wayang (wayang) serta gaya Ubud dan Batuan yang dipengaruhi Eropa diperkenalkan pada tahun 1920-an dan 30-an. Paviliun Lempad, dengan karya master I Gusti Nyoman Lempad (1862 – 1978) dan East-West Art Annex, tempat karya Affandi (1907 – 90) dan Widayat (1919 – 2002) sangat mengesankan. Dan toko buku yang bagus.

Museum ini adalah hasil karya Suteja Nek, seorang kolektor dan dealer pribadi seni Bali, dan koleksinya sangat banyak. Selain karya seniman Bali dan Indonesia, ada juga banyak karya seniman asing yang menyebut pulau itu sebagai rumah, termasuk Arie Smit, Johan Rudolf Bonnet, Theo Meier, Louise Garrett Koke, Donald Friend dan Tay Moh-Leong.

Ada juga toko suvenir di mana Anda bisa membeli kerajinan buatan sendiri yang berkualitas.