Pura Luhur Ulu Watu | Semenanjung Bukit, Indonesia | atraksi

Kuil penting ini bertengger di ujung barat daya semenanjung, di atas tebing terjal yang jatuh langsung ke ombak yang tak berujung. Masuk melalui gapura yang tidak biasa yang dikelilingi oleh patung Ganesha. Di dalam, dinding bata karang ditutupi dengan ukiran rumit dari kebun binatang mitologis Bali (perhatikan bahwa ada juga kebun binatang monyet pencuri). Tari Kecak yang populer berlangsung di halaman pura saat matahari terbenam (tiba pukul 5 sore).

Hanya pemeluk Hindu yang dapat memasuki kuil dalam yang kecil yang dibangun di atas bumi. Namun, pemandangan ombak Samudra Hindia yang tak berujung dari tebing hampir bersifat spiritual. Saat matahari terbenam, berjalanlah mengitari puncak tebing di sebelah kiri (selatan) candi untuk menghilangkan keramaian.

Ulu Watu adalah salah satu dari beberapa pura roh laut yang penting di sepanjang pantai selatan Bali. Pada abad ke-11, pendeta Jawa Empu Kuturan adalah orang pertama yang mendirikan pura di sini. Kompleks tersebut ditambahkan oleh Nirartha, pendeta Jawa lainnya yang terkenal dengan pura pesisir di Tanah Lot, Rambut Siwi, dan Pura Sakenan. Nirartha pensiun ke Ulu Wata untuk hari-hari terakhirnya ketika dia mencapai ini moksa (kebebasan dari keinginan duniawi).